Kasus Meliana Menjadi Trending Topik Indonesia

Tuntutan penjara 1,5 tahun terhadap perempuan bernama Meliana,yang mengeluhkan suara azan masjid di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada 2016 lalu menjadi topik pembicaraan yang paling ramai didengungkan di Indonesia saat ini. Kasus itu kini menjadi trending topik yang bahkan mengalahkan berbagai tema pembahasan politik yang begitu marak di Indonesia.

BBCNews mengungkapkan bahwa, oleh jaksa penuntut umum, Meiliana dinilai melakukan penodaan agama berdasarkan Pasal 156 KUHP pada sidang Senin  Saat itu, Meiliana mengatakan bahwa suara azan yang dikumandangkan masjid di dekat rumahnya ‘terlalu keras dan ‘menyakiti telinganya. Andreas Harsono dari organisasi pegiat hak asasi manusia Human Rights Watch mengungkapkan ini untuk kesekian kalinya pasal penodaan agama “memakan korban”.

Media Kompas menyebutkan bahwa, seorang wanita bernama Meiliana divonis 18 bulan atau 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/8/2018). Warga Tanjungbalai, Sumatera Utara, itu dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156 KUHP tentang penghinaan terhadap suatu golongan di Indonesia terkait tas, negeri asal, agama, tempat asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Berikut ini kronologi yang dihimpun oleh media tersebut terkait kasus yang terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara, itu:

  1. Kasus bermula saat Meiliana mengeluhkan pengeras suara azan dari Masjid Al Maksum Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Juli 2016. Dia menyatakan merasa terganggu karena pengeras suara azan saban hari dinyalakan.
  2. Meiliana disebut sempat menyampaikan keluhan itu ke tetangganya lalu memintanya untuk menyampaikannya kepada BKM masjid yang berjarak 7 meter dari rumahnya itu agar mengecilkan volume azan.
  3. Pada 29 Juli 2016, tetangganya tersebut menyampaikannya kepada pengurus masjid dan malam hari itu juga, pengurus masjid mendatangi rumahnya untuk berdialog. Suami Meiliana juga sempat mendatangi masjid dan meminta maaf. Baca juga: Yusril: PBB Lebih Sreg Dukung Pasangan yang Ada Ulamanya
  4. Cerita tentang keluhan Meiliana sudah menyebar di antara warga dan memicu kemarahan. Rumah Meiliana, sejumlah kelenteng dan vihara sempat menjadi objek kemarahan pemuda Tanjungbalai pada 29 Juli 2016 malam.
  5. Meiliana dilaporkan ke polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama pada Maret 2017.
  6. Perkara Meiliana dibawa ke meja hijau hingga akhirnya majelis hakim PN Medan yang dipimpin oleh Wahyu Prasetyo Wibowo menjatuhkan vonis 18 bulan penjara. “Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan dengan ini menyatakan perbuatan terdakwa atas nama Meiliana terbukti melakukan unsur penistaan agama sehingga hakim memutuskan Meiliana dengan hukuman penjara selama 1,5 tahun dan denda sebesar Rp 5.000,” ujar Wahyu. (Sumber : Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s