Keberhasilan Anak Muda Jogja Dalam Membangun Bisnisnya

Reportase Bayang Reka Television

Kali ini Bayangtv akan mengajak anda untuk menengok salah satu potensi keberhasilan usaha yang berhasil diraih oleh anak muda asal Jogja bernama Gempa Tri Muryono. Gempa Tri Muryono, mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda lain di Indonesia dalam mengembangkan karier masa depannya.

Nama Gempa Tri Muryono, tentu sudah tidak terlalu asing bagi para komunitas design and living interior di Jogja, karena sosok anak muda ini telah terbukti berhasil dalam mengembangkan usaha tata dan rancang ruang terapan. MISC adalah tempat Gempa mengembangkan segala ide dan kreativitas usahanya.

Bermodal awal kurang lebih Rp. 140.000.000 (seratus empatpuluh juta rupiah), yang didapatkan secara patungan dengan sahabatnya Irene, Gempa kini telah berhasil mencapai omset penjualannya mencapai milyardan rupiah dalam setiap tahunnya.

Keberhasilan usaha Gempa, telah membuahkan satu investasi baru berupa hotel dan restoran yang berdiri di kawasan kota Jogja, atau tepatnya di Jl. Jembatan Merah No. 104C, Gejayan Jogjakarta. Hotel yang diberi nama “Lokal”, ini bahkan sempat menjadi viral di media sosial, karena dipilih menjadi okasi syuting film layar lebar Ada Apa Dengan Cinta 2.

Konsep bangunan hotel yang menyatu dengan restoran ini menjadi salah satu tujuan anak muda Jogja untuk bercengkrama. Owner Lokal Hotel & Restaurant, Gempa Tri Muryono, menjelaskan bahwa banyak pengunjung yang datang ke tempat ini setelah melihat teman yang mengunggah foto beberapa sudut hotel dan resto Lokal di media sosial. ”Mengenai penamaan hotel dan resto ini dengan nama Lokal adalah karena kami berusaha sebisa mungkin menggunakan produk lokal ke dalam desainnya, seperti material-material kayu bekas yang diperoleh dari seputaran Jogja, juga termasuk penggunaan tegel kunci berwarna-warni dan juga lukisan dinding karya mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia),” ujar Gege, sapaan akrab owner. Dari segi nama hotel ini memang ‘Lokal’, namun dari segi reputasi hotel ini tidak bisa dikatakan lokal atau hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja. Faktanya, Lokal Hotel & Restaurant ini justru dikenal sebagai tempat menginap yang menarik dan juga sebagai salah satu spot ‘nge-hits’ untuk berburu foto di kota Jogja.

 

Menilik segi arsitektur bangunan, sekilas nampak dari fasad depan area hotel tersebut tidak begitu luas namun terkesan cukup asri dengan adanya aneka tanaman yang menghiasi sekeliling parking area. Memasuki lorong menuju area hotel, kesan industrial sedikit terasa dengan adanya beberapa lampu gantung dengan rangka besi berbentuk layaknya lampu penerangan jalan dengan dinding lorong warna abu-abu bermotif Kawung khas tegel kunci warna-warni. Setelah melalui sebuah pintu kaca pada ujung lorong, keramahan staff receptionist langsung menyapa setiap tamu yang datang ke hotel ini. Terdapat sebuah area kecil yang difungsikan sebagai tempat tunggu tamu berada di depan meja receptionist dan sebuah meeting room persis di sampingnya.

 

Beranjak dari area resepsionis, terdapat sebuah lorong yang terbentuk dari rangka besi yang dipenuhi dengan tumbuhan menjalar, sehingga kesan sejuk begitu terasa di tempat ini. Lorong alami tersebut mengantarkan pengunjung hotel menuju kolam renang yang berada tepat di depan kamar-kamar yang ada di Lokal Hotel & Restaurant. Konsep kolam renang yang tidak terlalu luas namun terkesan begitu natural dan tenang, dengan berbagai tanaman hijau yang menghiasi sekeliling area kolam. Sepasang sofa rotan yang tepat berada di bibir kolam menjadi tempat yang begitu nyaman untuk bersantai, ditambah suara gemericik air dari mini waterfall yang sengaja dibuat pada salah satu sisi kolam renang. Tentu saja fasilitas swimming pool tersebut dapat dinikmati dengan cara menyewa salah satu kamar yang ada di hotel ini. “Jadi kami memang sengaja tidak membuka kolam renang ini untuk umum untuk menjaga privasi para tamu hotel. Dengan begitu juga perawatan swimming pool dapat dilakukan lebih maksimal dan diharapkan dapat lebih memuaskan tamu,” imbuh pria yang berkecimpung di bidang desain arsitektur tersebut.

 

Lokal Hotel & Restaurant mempunyai total 12 kamar yang dapat dipilih oleh para tamu yang ingin menginap. Dari 12 kamar yang tersedia, dibagi menjadi 3 tipe kamar, diantaranya tipe A Deluxe dengan twin bed, tipe B 2 lantai berkonsep mezzanine dengan king bed, dan Tipe C yang cocok bagi couple yang ingin menginap. Perbedaan utama dari ketiga tipe kamar tersebut yaitu dari segi luasan kamar, di mana kamar tipe A memiliki luas kamar sebesar 25 m², tipe B sebesar 36 m², dan tipe C yang memiliki luas kamar 24 m². Untuk harga yang ditawarkan oleh Lokal Hotel & Restaurant yaitu mulai dari 750 ribu rupiah /malam untuk kamar tipe A, kemudian kamar tipe B ditawarkan mulai dari harga 950 ribu rupiah /malam, dan 550 ribu rupiah /malam untuk kamar tipe C. Harga yang diberikan tersebut sudah meliputi penjemputan dari bandara Jogja, welcome drink dan breakfast di restoran, dan free minibar yang telah disediakan di dalam lemari pendingin pada tiap-tiap kamar.

Sumber artikel: nunino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s