Daun Kelor, Tanaman Kaya Manfaat yang Terlupakan

Reportase Bayang Reka Television

Tanaman kelor yang bernama latin Moringa oleifera adalah tumbuhan dari suku Moringaceae yang   memiliki tinggi batang sekitar 7 sampai 11 meter, dengan bunga berwarna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan bau dengan aroma bau semerbak, serta memiliki buah dengan bentuk segitiga memanjang biasanya di sebut kelentang dan biasanya juga bisa dimasak sebagai sayur.

 

Telah dilakukan penelitian pada tanaman daun kelor, baik pada daunnya, kulit batang, buah dan bijinya,    diketahui sejak tahun 1980 mayoritas penduduk negara  somalia, etiopoa dan sudan menjadikan daun kelor sebagai sayuran dan dipercaya duan kelor bermanfaat untuk menjaga kesehatan, bahkan hasil dari tanaman ini mereka perjual belikan.

 

WHO (Organisasi kesehatan dunia) menganjurkan agar anak-anak dan bayi yang masih masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor karena daun kelor berkhasiat untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah gizi buruk pada anak.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor mengandung semua unsur asam amino (essensial) yang sangat penting. Kecuali vitamin C, semua kandungan gizi yang terdapat dalam daun kelor segar akan mengalami peningkatan (konsentrasinya) jika dikonsumsi dengan cara dikeringkan dan dihaluskan dalam bentuk serbuk (tepung).

 

BATANG

Tumbuhan kelor memiliki ketinggian batang 7—11 meter, Batang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar; percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang

 

DAUN

Ciri Daun kelor berbentuk bulat telur dengan ukuran kecil-kecil, Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau mudai, dapat dibuat sayur atau obat.

 

BUNGA

Ciri Bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau; bunga ini keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak

 

 

BUAH

Ciri Buah kelor berbentuk segitiga memanjang 20 – 60cm yang disebut kelentang, buah muda berwarna hijau, setelah tua menjadi cokelat, juga dapat disayur.

 

BIJI

Bentuk biji bulat – berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 – 18 bulan

 

AKAR

Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak.

 

BUDIDAYA KELOR

Perbanyakan tanaman kelor bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang). Tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1000 m dpl, banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang.

Di kawasan Arba Minch dan Konso, pohon kelor justru digunakan sebagai tanaman untuk penahan longsor, konservasi tanah, dan terasering. Sehingga pada musim hujan walau dalam jumlah yang paling minimal, jatuhan air hujan akan dapat ditahan oleh sistem akar kelor, dan pada musim kemarau “tabungan” air sekitar akar kelor akan menjadi sumber air bagi tanaman lain. Juga karena sistem akar kelor cukup rapat, bencana longsor jarang terjadi.

 

Antioksidan

Kelor mengandung 46 antioksidan kuat – senyawa yang melindungi tubuh terhadap efek merusak dari radikal bebas dengan menetralkannya sebelum dapat menyebabkan kerusakan sel dan penyakit.

 

Senyawa Antioksidan yang terkandung dalam kelor adalah Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Vitamin B (Choline), Vitamin B1 (Thiamin), Vitamin B2 (Riboflavin), Vitamin B3 (Niacin), Vitamin B6, Alanine, Alpha-Carotene, Arginine, Beta-Carotene, Beta-sitosterol, Caffeoylquinic Acid, Campesterol, Carotenoids, Chlorophyll, Chromium, Delta-5-Avenasterol, Delta-7-Avenasterol, Glutathione, Histidine, Indole Acetic Acid, Indoleacetonitrile, Kaempferal, Leucine, Lutein, Methionine, Myristic-Acid, Palmitic-Acid, Prolamine, Proline, Quercetin, Rutin, Selenium, Threonine, Tryptophan, Xanthins, Xanthophyll, Zeatin, Zeaxanthin, Zinc.

Kelor menjadi sumber antioksidan alami yang baik karena kandungan dari berbagai jenis senyawa antioksidan seperti askorbat acid, flavonoid, phenolic dan karotenoid (Anwar et al, 2005;. Makkar dan Becker, 1996). Tingginya konsentrasi asam askorbat, zat estrogen dan β-sitosterol, besi, kalsium, fosfor, tembaga, vitamin A, B dan C, α-tokoferol, riboflavin, nikotinik , asam folat, piridoksin, β-karoten, protein, dan khususnya asam amino esensial seperti (Isoleusin, Leusin, Lisin, Metionin, Fenilalanin, Treonin, Triptofan, Valin.) terdapat dalam daun dan polong yang membuatnya menjadi suplemen makanan yang hampir ideal (Makkar dan Becker, 1996).

 

Kandungan Senyawa lainnya

Kelor kaya dengan senyawa yang mengandung gula sederhana, rhamnosa dan kelompok yang cukup unik dari senyawa yang disebut glucosinolates dan isothiocyanates (Fahey et al, 2001;.. Bennett et al, 2003). Kulit batang telah dilaporkan mengandung dua alkaloid, yaitu moringine dan moringinine (Kerharo, 1969). Vanili, β-sitosterol , β-sitostenone, 4-hydroxymellin dan Asam octacosanoic telah diisolasi dari batang M. oleifera (Faizi et al., 1994a).

 

Getah Kelor diketahui mengandung L-arabinosa, galaktosa-,-glukoronat asam, dan L-rhamnosa, mannose-dan-xilosa, polisakarida terdiri asam L-galaktosa, dan L-glukuronat-mannose (Bhattacharya et al., 1982).

 

Perlu diketahui juga bahwa Kandungan vitamin A yang ada pada kelor adalah 4 kali lipat dari pada kandungan vitamin A yang ada pada wortel.Sedankan kalsium yang terkandung pada kelor adalah 4 kali lipat dari pada kandungan kalsium yang ada pada susu sapi.Kandungan vitamin C yang ada pada kelor adalah 7 kali lipat dari pada kandungan vitamin C yang ada pada jeruk.Kandungan protein yang ada pada kelor adalah 2 kali lipat dari pada kandungan protein yang ada pada susu sapi.Dan kandungan potasium yang ada pada kelor adalah 3 kali lipat dari pada kandungan potasium yang ada pada pisang.

 

Periset dari Anna Technology University, Tamilnadu, India, C Senthil Kumar, membuktikan bahwa daun kelor memang berkhasiat sebagai hepatoprotektor alias pelindung hati. Menurut dokter sekaligus herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja, kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus untuk penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, misalnya luka usus dan luka lambung. Minumlah rebusan daun kelor selagi air hangat. Sebab, efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat.

Cara pemakaian nya dengan merebus 3 tangkai pada segelas air setelah itu minum airnya hangat hangat.

 

Manfaat Daun Kelor

Daun kelor memiliki potensi yang sangat baik untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Dengan mengonsumsi daun kelor maka keseimbangan nutrisi dalam tubuh akan terpenuhi sehingga orang yang mengonsumsi daun kelor akan terbantu untuk meningkatkan energi dan ketahanan tubuhnya. Selain itu, daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan yang diakibatkan karena kekurangan vitamin dan mineral seperti kekurangan vitamin A (gangguan penglihatan), kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan vitamin B1 (beri-beri), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah-pecah), kekurangan vitamin B3 (dermatitis), kekurangan vitamin C (pendarahan gusi), kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak).

download lagu dangdut

 

Manfaat Bunga Kelor

Antimikroba, antibakteri, infeksi, flu, cacingan, sariawan, radang tenggorokan, antitumor, rematik, gangguan saraf, sumber nutrisi, dan tonik.

 

 

 

Manfaat Biji Kelor

Biji kelor dapat dipakai sebagai penjernih air. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai kosmetik, obat – obatan, serta sumber minyak goreng nabati. Biji kelor yang telah kering mengandung 40 persen lemak tak jenuh sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif minyak sawit.

 

Kulit Batang Kelor

Mengatasi karang gigi, gangguan pencernaan, flu, sariawan, antitumor, rematik, detoksifikasi, penetralisir racun ular serta kalajengking, sumber nutrisi, alat kontrasepsi dan afrodisiak.

 

Manfaat Buah Kelor

Buah kelor diketahui mengandung zat alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor juga dapat dimasak menjadi sayur asam yang lezat.

 

Manfaat Akar Kelor

Sebagai obat dalam, air rebusan akar kelor dapat menyembuhkan reumatik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, dan gonorrhoea. Akar tanaman kelor ini juga terkenal sebagai pelaruh air seni, pelaruh dahak atau obat batuk, peluruh haid, penambah nafsu makan dan pereda kejang.

 

Tumbukan halus akar kelor dapat dibuat bedak untuk tapel perut pada bayi yang baru lahir, pencegah iritasi kulit, obat penyakit kulit, serta sebagai parem untuk bengkak – bengkak pada penyakit beri – beri dan untuk pengobatan kaki yang terasa pegal dan lemah.

Bagian apa pun yang dipakai aman asal memperhatikan caranya .

 

Kelor Untuk Kolesterol Tinggi dan Diabetes Mellitus

Bahan:

3-5 Gagang daun kelor

Cara Meramu :

Daun kelor direbus dengan 3 gelas air hingga air tersisa setengahnya. Kemudian, air rebusan disaring dan diminum

Aturan Pakai :

diminum dua kali sehariDaun kelor terbukti menyembuh kanpenyakit diabetes ini telah dibuktikan oleh Jaiswal Dolly, seorang peneliti dari Departemen Kimia Universitas Allahabad, India, ini menunjukkan bukti bahwa kandungan yang terdapat pada daun kelor lebih manjur menurunkan kadar gula dara dibandingkan dengan Glipizide.Glipizide sendiri adalah obat yang biasa dianjurkan para dokter untuk mengobati kencing manis, Ekstrak daun kelor juga ampuh menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

 

Kelor Untuk Mengobati Sakit Kuning

Bahan:

3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan madu dan 1 gelas air kelapa hijau

Cara Meramu :

Daun kelor ditumbuk halus,diberi 1 gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah 1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata.

Aturan Pakai :

diminum, dandilakukan secara rutin sampai sembuh.

 

Kelor Untuk Reumatik, Nyeri dan Pegal Linu

Bahan: 2-3 gagang daun kelor, 1/2sendok makan kapur sirih

Cara Meramu : Kedua bahan tersebut ditumbuk halus

Aturan Pakai : dipakai untuk obatgosok (param).

 

Kelor Untuk Mengobati Rabun Ayam

Bahan: 3 gagang daun kelor

Cara Meramu : Daun kelor ditumbuk halus, diseduh dengan 1 gelas air masak dan disaring, Kemudian dicampur dengan madu dan diaduk sampai merata.

Aturan Pakai : diminum sebelum tidur.

 

Kelor Untuk Mengobati Sakit Mata

Bahan: 3 gagang daun kelor;

Cara Meramu : Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1 gelas air dan diaduk sampai merata, Kemudian didiamkan sejenak sampai ampasnya mengendap.

Aturan Pakai : air ramuan tersebut digunakan sebagai obat tetes mata.

 

Kelor Untuk Mengatasi Sukar Buang Air Kecil

Bahan: 1 sendok sari daun kelor dan sari buah ketimun atau wortel yang telah diparut dalam jumlah yang sama.

Cara Meramu : Bahan-bahan tersebut dicampur dan ditambah dengan 1 gelas air, kemudian disaring.

Aturan Pakai : diminum setiap hari.

 

Kelor Untuk Mengobati Herpes (kurap), Bisul, dan Luka bernanah

Bahan: 3-7 gagang daun kelor

Cara Meramu : daun kelor ditumbuk sampai halus.

Aturan Pakai : ditempelkan pada bagian yang luka sebagai obat luar.

 

Kelor Untuk Menghilangkan flek pada wajah

Daun kelor muda digiling/ditumbuk halus, dijadikan bedak/dicampur dengan bedak

Kelor Untuk Menghancurkan batu ginjal

Manfaat lainnya yaitu untuk meluruhkan batu ginjal. Caranya dibuat aja sayur daun kelor rutin setiap hari dan rutin juga selama sebulan,Insyaallah batu ginjal cepat luruh dan keluar bersama saat buang air kecil.

 

Kelor Untuk Mengobati Cacingan

Bahan: 3 gagang daun kelor, 1 gagang daun cabai, 1-2 batang meniran.

Cara Meramu : semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.

Aturan Pakai : diminum.

 

KLASIFIKASI ILMIAH KELOR

 

Klasifikasi ilmiah adalah cara ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup, Klasifikasi (pengelompokan) merupakan suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.

Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkat tertinggi ke terendah (yang sekarang digunakan) adalah Domain (Daerah), Kingdom (Kerajaan), Phylum atau Filum (hewan)/Divisio (tumbuhan), Classis (Kelas), Ordo (Bangsa), familia (Suku), Genus (Marga), dan Spesies (Jenis).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s