Retardasi Mental

Reportase Bayang Reka Television

Autism-child-1024x682

Retardasi mental adalah ketidak mampuan yang ditandai dengan lambatnya perkembangan fungsi intelektual sampai pada tingkat di bawah orang-orang pada umumnya.

Organisasi dunia yang fokus terhadap retardasi mental adalah American Association of Mental Retardation (AAMR). Berdasarkan hasil studi dari organisasi tersebut pada tahun 2002, diketahui bahwa 2-3% populasi dunia adalah penyandang retardasi mental, yang berarti dari 100 penduduk dunia akan ditemukan minimal 2 orang penyandang retardasi mental.

 

Gejala yang paling tampak dari retardasi mental adalah perkembangan fungsi inteektual, yang dapat diukur dengan menggunakan alat tes psikologis, yakni tes IQ. Keterlambatan perkembangan fungsi intelektual ini menyebabkan para penyandang retardasi mental cenderung akan mengalami gangguan kemampuan untuk berfikri, membuat perencanaan, dan sulitnya dalam memahami sebab dan akibat serta kesulitan dalam pemecahan masalah.

Para penyandang retardasi mental juga mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri , sehingga mereka kesulitan dalam menjalankan fungsi sehari-hari.    Lemahnya kemampuan konseptual cenderung menyebabkan para penyandang retardasi mental mengalami kesulitan dalam belajar membaca, menulis dan berbahasa. Para penyandang retardasi mental cenderung mengalami kesulitan dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaan sehari-hari, sulit mematuhi aturan, dan memiliki kemampuan interpersonal yang rendah.

Umumnya, retardasi mental mulai didiagnosis sejak penderita masih anak-anak. Orang tua dari penderita menyadari adanya keterlambatan dalam tumbuh kembang dari penderita apabila dibandingkan dengan saudaranya atau dengan teman sebayanya.

 

Kondisi retardasi mental berdasarkan klasifikasi menurut DSM-IV:

 

  1. Retardasi mental ringan

 

Sekitar 75-90% kasus retardasi mental masuk dalam klasifikasi ini. Nilai fungsi intelektual antara 50-70. Lambat dalam mempelajari kemampuan menyesuaikan diri. Dapat berkomukasi dan melakukan fungsi sosial dalam masyarakat dengan baik. Dapat mengurus diri sendiri dengan baik. Secara umum dapat berfungsi seperti orang lain yang normal dengan beberapa keterbatasan yang dapat dilatih.

 

  1. Retardasi mental sedang

 

Sekitar 10-25% dari kasus retardasi mental masuk dalam klasifikasi ini. Nilai dari fungsi intelektual antara 35-49. Kemampuan menyesuaikan diri rendah terutama kemampaun berbahasa. Dapat melakukan aktivitas yang mudah dan mengurus diri sendiri. Dapat mempelajari hal-hal dasar tentang kesehatan dan keselamatan diri.

 

  1. Retardasi mental berat

 

Sekitar 10-25% dari kasus retardasi mental masuk dalam klasifikasi ini. Nilai dari fungsi intelektual antara 20-34. Kemampuan menyesuaikan diri sangat rendah. Kemampuan komunikasi hampir tidak ada, kadang dapat memberikan beberapa respon. Selalu memerlukan pengawasan terhadap dirinya. Dapat dilatih mengurus diri yang mudah dilakukan.

 

  1. Retardasi mental sangat berat

 

Sekitar 10-25% dari kasus retardasi mental masuk dalam klasifikasi ini. Nilai dari fungsi intelektual kurang dari 20. Sering disertai dengan cacat bawaan dari lahir. Membutuhkan bantuan untuk mengurus diri dan membutuhkan pengawasan ketat.

 

Selain kondisi fungsi intelektual dan kemampuan menyesuaikan diri, dapat juga ditemukan gejala lain sebagai bagian dari penyakit. Contohnya kejang setelah trauma atau cedera berat pada kepala.

 

Terjadinya retardasi mental dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik dan lingkungan. Sekitar 30-50% penyebab dari retardasi mental tidak diketahui penyebabnya. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya retardasi mental :

 

  1. Kelainan anatomis pada otak;

 

  1. Kekurangan oksigen selama di dalam kandungan atau saat proses persalinan yang lama
  2. Kerusakan otak yang luas akibat trauma atau cedera kepala berat;

 

  1. Kanker ganas pada otak;

 

  1. Infeksi selama di dalam kandungan, yaitu toksoplasma, sitomegalovirus (CMV), rubella, herpes simpleks, dan sifilis.
  2. Ibu demam lama selama mengandung;

 

  1. Penggunaan obat anti kejang dan alkohol selama kehamilan.
  2. Kekurangan yodium selama di dalam kandungan dan di awal kehidupan sehingga terjadi kekurangan hormon tiroid.
  3. Sindroma Down, terjadi kelainan genetik berupa trisomi pada kromosom 21;

 

  1. Sindroma DiGeorge, terjadi kelainan genetik berupa delesi pada kromoson 22.

Dan berbagai penyebab lainnya.

 

 

Hingga saat ini memang belum ada pengobatan yang dapat diberikan untuk mengobati retardasi mental. Untuk itu sangat Penting bagi orang tua untuk menyadari adanya keterlambatan tumbuh kembang dari anaknya agar dapat diberikan intervensi sedini mungkin. Penderita dengan retardasi mental memerlukan perhatian dan bantuan dalam hal kemampuan belajar dan mengurus diri. Latihan yang berulang-ulang terhadap sesuatu kemampuan yang ingin dipelajari, baik bahasa maupun kemampuan mengurus diri, dapat membantu proses belajar, bahkan terkadang dapat penderita lakukan sendiri tanpa bantuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s